2010-01-25,Internet
|
Segala sesuatu yang proporsional, pasti akan terlihat lebih cantik dan memikat. Begitu juga dengan payudara Anda. Seberapa besar yang proporsional? Berikut panduannya!! Berapapun usia Anda, selayaknya payudara Anda tetap dalam kondisi proporsional, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Bentuk payudara dapat dinilai dari letak puting, ukuran areola (lingkaran hitam disekitar puting) maupun dai besar kecilnya kutub atas dan bawah payudara. Payudara yang seimbang Proportional breast atau payudara yang seimbang, menurut dr. Teddy O.H. Prasetyono dari AiBee Hospital, adalah payudara yang masih kencang dengan letak puting berada di ketinggian pertengahan lengan atas antara bahu dan siku, menghadap ke depan, juga tidak menengok ke samping. Gundukan payudara (breast mound) cukup penuh, yaitu bagian bawah (kutub bawah) bundar berisi (baik dilihat dari depan, samping maupun serong), sedangkan kutub atasnya cukup memiliki volume, tidak “kempot” dan memiliki sedikit pelandaian. Areola juga seharusnya tidak terlalu lebar, normalnya berdiameter 4 cm. Pada mereka yang berusia sangat muda, payudara dapat tampak ideal, penuh, hampir tidak memiliki pelandaian pada kutub atas, sementara kutub bawah juga penuh. Tapi pada mereka yang sudah berusia setengah baya, setelah hamil dan menyusui, bentuk payudara menjadi tidak proporsional lagi. Ukuran payudara yang proporsional tidak ditentukan oleh berat badan dan tinggi badan seseorang. Ukuran cup bra juga tidak dapat digunakan sebagai pedoman yang tepat.
Tiga bentuk tidak proporsional Hamil, melahirkan dan menyusui adalah tiga faktor yang menyebabkan bentuk payudara tidak proporsional. selama ketiga proses diatas, pengaruh hormonal akan menyebabkan pembesaran volume payudara, kemudian setelah proses menyusui selesai, bentuk payudara akan berubah kembali, volume payudara bekurang dan terjadi perubahan bentuk terutama pada kutub atas payudara. Penuaan menyebabkan pengurangan kekuatan struktur jaringan ikat dan struktur penyangga payudara menjadi kendur dan tidak elastis. Kendurnya jaringan ikat ini disebabkan jaringan ikat berkolagen di dalamnya semakin berkurang, sehingga payudara tampak “jatuh”. Terdapat 3 klasifikasi payudara yang sudah tidak proporsional, yaitu ringan, sedang dan berat. Klasifikasi ringan menurut dr. Teddy berarti payudara yang sudah mulai kempot (kendur atau kehilangan volume), tapi putingnya masih menghadap ke depan, dan masih lebih tinggi dari garis lipatan bawah payudara (infra mammary line). Klasifikasi kedua adalah bentuk payudara yang sudah “kempot” (kendur, puting masih menghadap ke depan, namun sudah berada di bawah garis lipatan bawah payudara (infra mammary line). Sedangkan klasifikasi ketiga berarti payudara sudah “jatuh” dan “kempot”. Puting sudah menatap ke bawah dan letaknya di bawah garis lipatan bawah payudara (infra mammary line). Breast lifting Secara umum, ketiga bentuk payudara yang tidak proporsional dapat diatasi dengan tindakan bedah plastik yang dikenal sebagai breast lifting. “Breast lifiting ditujukan untuk mengencangkan kantong payudara, yaitu kulit payudara. Dalam hal ini, kulit payudara akan dikurangi sehingga payudara otomatis akan menjadi lebih kencang, posisi puting payudara akan naik dan payudara akan terangkat” jelas dr. Teddy. Breast lifting dapat dikerjakan pada masing-masing jenis payudara tidak proporsional dengan teknik yang berbeda. Kekenduran payudara derajat ringan dapat diatasi dengan teknik klasik yang menggunakan sayatan seperti jangkar kapal. Parut bekas operasi akan berada disekitar areola diikuti garis vertikal sampai ke lipatan bawah payudara dan juga di sepanjang lipatan bawah payudara itu sendiri. Setelah disayat, kulit akan dibuang sesuai kebutuhan. “Selain teknik ini, dapat juga dilakukan dengan teknik yang melakukan penyayatan di sepanjang bundaran areola.” Dr. Teddy merinci. Sebagai alternatif bagi kekenduran payudara ringan, sedang, dan berat dapat dilakukan sayatan yang berbentuk seperti raket, yang menghasilkan parut di sekeliling areola dan diikuti garis vertikal di bawah areola. Breast augmentation. Payudara yang tidak proporsional dapat juga disebabkan karena bentuknya yang kecil. Hal ini dapat terjadi karena genetik, pascapengangkatan tumor payudara atau kehilangan volume payudara setelah hamil, melahirkan dan menyusui tanpa kekenduran yang berarti. Untuk berbagai penyebab ini dapat dilakukan breast augmentation atau pembesaran payudara dengan menggunakan implan. Ada beberapa cara memasukkan implan payudara, diantaranya adalah memasukkan implan melalui garis lipatan bawah payudara (infra mammary line), melalui luka di ketiak atau melalui peri areola (tepi areola) yang dipotong half moon (setengah lingkaran). “Teknik lain, namun relatif jarang dilakukan adalah memasukkan implan melalui sayatan pada pusar, yang biasanya dipilih oleh mereka yang tidak ingin memiliki bekas sayatan di sekitar payudaranya.” Kata dr. Teddy. Implan yang digunakan dalam breast augmentation biasanya berbentuk bundar atau bentuk anatomis, terbuat dari kantong silikon berisi larutan garam fisiologis (NaCl) atau cohesive silicone gel. Berbagai jenis implan ini dibungkus oleh bahan yang permukaannya kasar (textured) atau halus (smooth). Kedua jenis implan ini sama baiknya, namun implan dengan permukaan textured lebih sering digunakan untuk menghindari terjadinya capsular contacture, yaitu kontraksi akibat pembentukan jaringan ikat yang berlebihan sebagai reaksi terhadap adanya benda asing dalam tubuh, yang mencengkeram implan dan menyebabkan bentuk implan tidak natural. Kini terdapat implan baru dengan bahan polyurethane. Bahan ini lebih mahal, tetapi tidak membutuhkan massage pascaoperasi. Massage bertujuan untuk mengurangi capsular contracture. Kini terdapat juga implan berbentuk pear yang digunakan untuk payudara yang kendur namun masih dalam tahap ringan untuk mendapatkan efek pengencangan payudara disamping penambahan volume. Dengan implan ini tidak ada pembuangan kulit dan bekas sayatan hanya terdapat pada bagian bawah payudara. Bentuk pear menyebabkan kutub bawah payudara akan lebih besar dan disertai efek lifting. Implan yang digunakan tetap berbahan silikon,bentuknya anatomis serta bersifat form stable (tidak berubah-ubah dengan pemencetan). Implan payudara akan diletakkan dibawah kelenjar payudara, atau pada mereka yang benar-benar memiliki dada rata, diletakkan di bawah otot payudara, sehingga otot dinding dada ini akan menambah volume payudara. Penempatan implan ini tidak akan menganggu fungsi payudara ketika pasien hamil dan menyusui. Breast reduction Ketika ukuran payudara terlalu besar dan menarik perhatian, tentu diperlukan tindakan yang berbeda. Kondisi ini membutuhkan tindakan breast reduction, yaitu pengurangan volume payudara dengan teknik yang hampir sama dengan breast lifting. Bila pada breast lifting dilakukan pembuangan kulit payudara, maka pada breast reduction dilakukan juga pembuangan sebagian kelenjar payudara disamping kulit payudara. Konsekuensi tindakan ini adalah gangguan fungsi payudara ketika menyusui. Terakhir, tindakan breast reduction dapat menganggu sensitivitas puting. Breast augmentation dan breast lifting tidak akan menyebabkan gangguan sensitivitas puting yang berarti. Penting untuk anda ingat ! 1. Anda harus yakin, apakah Anda benar-benar memerlukan tindakan penambahan atau pengurangan volume payudara. 2. Untuk mendapatkan bentuk payudara proporsional Anda harus menyadari bahwa Anda akan menerima implan (benda asing) dalam tubuh Anda. Implan ini dapat dikeluarkan bila Anda menginginkannya dikemudian hari dan harus dikeluarkan bila terjadi infeksi. 3. Di masa depan, kemungkinan Anda akan kembali mengalami kekenduran payudara. Dengan atau tanpa implan, setelah 10 tahun, payudara kemungkinan akan mengalami kekenduran dan “turun” 4. Baik sekali bila Anda mencari informasi lebih lanjut melalui internet atau literatur lain. 5. Lakukanlah operasi pada Dokter spesialis bedah plastik. Jangan tergiur untuk menggunakan silikon cair karena sangat berbahaya bagi kesehatan. 6. Bius lokal dapat digunakan untuk prosedur ini, namun biasanya akan lebih baik untuk menggunakan bius umum. 7. Jangan terlalu mempermasalahkan perubahan ukuran cup bra. 8. Pascaoperasi, sebaiknya mengikuti nasihat dokter dengan melakukan kontrol sesuai waktu yang telah ditentukan, disiplin dalam melakukan massage selama 2-3 bulan setelah operasi dan menggunakan bra khusus pascaoperasi. dr. Teddy O.H. Prasetyono untuk Cosmetic Surgery & Beauty Indonesia, edisi 1, 2009 |
Threadlift, Kencangkan Wajah dengan Benang
2010-05-20 00:00:00,Okezone
Bedah Plastik, Solusi untuk Cantik?
2010-01-25 00:00:00,Cosmetic Surgery & Beauty
The Launching of Cosmetic Surgery and Beauty Indonesia Magazine
2010-01-25 00:00:00,Internet
Lower Body Lift
2010-01-25 00:00:00,Internet
A NECK ABOVE THE REST
2010-01-25 00:00:00,Internet
Proportional Breast


